Incar Guardiola, Inter Siapkan Gaji Rp 243 Miliar

Minggu, 26 Februari 2012

Inter Milan tampaknya tak main-main untuk mendatangkan pelatih Barcelona, Pep Guardiola, ke San Siro. "I Nerazurri" saat ini dikabarkan sudah mempersiapkan dana besar membujuk Guardiola agar hengkang dari Barcelona.

Seperti dilansir Football Italia, harian Spanyol, Marca, mengklaim Inter sudah menyiapkan dana sebesar 20 juta euro (sekitar Rp 243 miliar) untuk gaji Guardiola per tahunnya. Hal itu dilakukan karena Inter dikabarkan akan memecat pelatih Claudio Ranieri jika tidak mampu meraih kemenangan saat melawan Napoli, Minggu (26/2/2012).

Adapun, nasib Guardiola di Barcelona memang belum pasti. Pelatih asal Spanyol tersebut hingga saat ini belum juga memperpanjang kontraknya yang akan habis akhir musim ini. Banyak pihak menilai dirinya akan hengkang dari Barcelona.

Sementara itu, Inter menilai Guardiola merupakan sosok yang tepat untuk mengembalikan kesuksesan Inter setelah kepemimpinan Jose Mourinho. Setelah pelatih asal Portugal itu hengkang pada 2010 lalu, performa Inter memang menurun.

Graziano Romani Lyrics " Pazza Inter Amala "

Sabtu, 25 Februari 2012

PAZZA INTER
Lo sai per un gol
io darei la vita….la mia vita
Che in fondo lo so
sarà una partita….infinita
E’ un sogno che ho
è un coro che sale….a sognare
Su e giù dalla Nord
novanta minuti …per segnare
Nerazzurri
noi saremo qui
Nerazzurri
pazzi come te
Nerazzurri
Non fateci soffrire
ma va bene… vinceremo insieme!
Amala!
Pazza Inter amala!
E’ una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter amala!
Vivila!
questa storia vivila
Può durare una vita
o una sola partita
Pazza Inter amala!
E continuerò
nel sole e nel vento… la mia festa
Per sempre vivrò
con questi colori…. nella testa
Nerazzurri
io vi seguirò
Nerazzurri
sempre lì vivrò
Nerazzurri
questa mia speranza
E l’assenza
io non vivo senza!!!
Amala!
Pazza Inter amala!
E’ una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter amala!
Seguila!
in trasferta o giu’ in città
Può durare una vita
o una sola partita
Pazza Inter amala!!!
Là in mezzo al campo c’è un nuovo campione
È un tiro che parte da questa canzone
Forza non mollare mai!!!
AMALA!!!
Amala
Pazza Inter amala!
È una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter Amala!!!
Pazza Inter Amala!!
AMALA!!!!

Ranieri: Inter Tak Pantas Kalah

Kamis, 23 Februari 2012

Pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, menilai keberuntungan sedang tidak berpihak pada timnya. Menurutnya, Inter sendiri tak pantas untuk menerima kekalahan pada pertandingan melawan Olympique Marseille di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stade Velodrome, Kamis dini hari (23/2/2012).

Menurut Ranieri, skuadnya sudah menunjukan permainan yang baik dan tidak layak mendapatkan kekalahan tersebut. Akan tetapi, keberuntungan memang sedang memihak mereka.

"Kami kehilangan keberuntungan yang hampir kami peroleh. Marseille mengambil tembakan ke gawang di menit akhir," ujar Ranieri seperti dilansir dari ESPN star.

Inter menyerah dari Marseille pada menit-menit terakhir karena sebuah gol dari Andre Ayew yang membawa tim asal Perancis itu tampil sebagai pemenang dengan skor 1-0. Hasil laga ini dikhawatirkan bisa membuat Inter tak akan bisa memetik kemenangan pada tujuh pertandingan terakhir setelah sebelumnya, Inter juga mengalami kekalahan telak dari Bologna 3-0 di Stadion San Siro, Sabtu (18/2/2012).

Mantan pelatih Chelsea ini mengakui, di menit awal Marseille memang mendominasi permainan. Namun, menurutnya, Inter memiliki peluang yang baik untuk memimpin pertandingan.

"Kami tidak pantas kalah pada pertandingan ini. Ini adalah snapshot dari situasi kita. Bila ada yang salah, mereka benar-benar salah," ujar Ranieri.

Oleh karena itu, dia yakin bahwa timnya akan memperoleh kemenangan pada leg kedua di San Siro, 13 Maret mendatang. Ranieri juga berharap agar fans tidak menyerah untuk mendukung tim berjuluk "Nerazzurri" ini.

"Pertandingan belum berakhir, jika stadion diisi dengan fans kami, kita akan mampu merubah skor," tuturnya.

Sneijder Memutuskan untuk Setia

Rabu, 22 Februari 2012

Seiring berakhirnya bursa transfer pemain di bulan Januari, untuk sementara berakhir pula spekulasi bahwa Wesley Sneijder akan mengenakan kostum Manchester United pada musim ini. Pemain berusia 27 tahun ini memang sempat diincar oleh Sir Alex Ferguson untuk mengisi lini tengah MU yang ditinggalkan beberapa pemainnya yang cedera, tetapi Sneijder memutuskan untuk tetap bertahan di Inter Milan.

Sneijder merasa nyaman berada di Giuseppe Meazza. Dia merasa telah bermain di tempat yang sempurna. Pemain asal Belanda ini telah jatuh cinta kepada semua hal yang berhubungan dengan Italia.

Pemain berkepala "plontos" ini merasa bahwa Inter merupakan klub yang besar dan Sneijder merasa nyaman. Maka, dia memutuskan untuk tetap bertahan. Jauh sebelumnya, saat dia baru saja meninggalkan Madrid untuk Inter, Sneijder sudah memuji segenap kekuatan "I Nerazzurri".

"Inter merupakan klub yang besar dan pendukungnya bersahabat saling membantu apa pun masalahnya. Berada di sini lebih dari yang aku harapkan. Teman-temanku, suasana, dan kotanya membuat aku nyaman bermain di Liga Serie-A. Semua lawan tangguh di sini," katanya.

Bersama Inter, dia berhasil meraih gelar treble winner ketika timnya diasuh oleh Jose Mourinho, yaitu scudetto, Copa Italia, dan Liga Champions. Dia merasa bangga bisa mempersembahkan gelar juara ini untuk Inter Milan, sekaligus berhasil mengempaskan Bayern Munich pada final Liga Champions 2009-10 di Stadion Santiago Bernabeu dengan skor 2-0.


Kecewa, tetapi tak benci

Meski sangat bangga bersama Inter, bukan berarti Sneijder tak pernah kecewa. Gelandang serang ini baru saja merasakan kekecewaan yang dalam ketika dirinya diganti oleh Pelatih Claudio Ranieri saat timnya berhadapan dengan Lecce dalam lanjutan Liga Italia Serie-A, Minggu (29/1/2012). Saat itu, Inter menyerah dengan skor 0-1.

Meski sangat kecewa, Sneijder menilai itu adalah keputusan yang harus dipatuhi. Namun, kala itu, dia berencana membicarakannya langsung dengan sang pelatih.

"(Pergantian itu) keputusan pelatih," ujarnya seperti dilansir oleh Goal.com.

Setelah cedera yang dialaminya, pemain yang mengawali karier sepak bolanya di Ajax ini memang masih belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. Penampilannya dinilai belum maksimal. Namun, Sneijder justru menilai strategi Ranieri-lah yang kurang maksimal dalam laga melawan Lecce.

Sementara itu, sang pelatih memiliki alasan tersendiri dengan menariknya. Ranieri ingin mengubah formasi dari 4-3-1-2 ke 4-4-2. Menurutnya, Sneijder tak cocok bermain dalam formasi itu. Baginya, Sneijder merupakan gelandang serang yang enerjik yang bisa diandalkan membangun serangan dari tengah lapangan.

"Kami masih belum berkembang bagus dengan 4-3-1-2 dan kami bermain bagus dalam formasi 4-4-2. Dapatkah dia (Sneijder) bermain di belakang dua penyerang? Kami sudah mengatakan beberapa kali, dia pemain tengah yang harus bebas dari kesalahan. Dia pemain trequartista yang tak bisa dikondisikan untuk bermain lebih ke luar," kata Ranieri.

Namun, Ranieri tak sedikit pun membantah kalau Sneijder merupakan salah satu pemain penting di Inter Milan.


Tak menyesal tinggalkan "Los Blancos"

Dua tahun berkarier di Real Madrid tidak membuat permainannya berkembang dengan baik. Pasalnya, Sneijder sering berada di bangku cadangan "Los Blancos". Selama dua musim, dia hanya bermain untuk 52 pertandingan. Sementara itu, banyak pemain bintang berdatangan untuk memperkuat Madrid terutama posisi lini tengah. Sedikit demi sedikit, dia terus tergeser ke pinggir lapangan.

Di tahun 2009, Sneijder mengaku tak menyesal "didepak" dari tim ibu kota Spanyol itu. Dia justru senang karena bisa bergabung dengan salah satu tim besar Italia ini. Di Inter, dia mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bermain ketimbang di Real Madrid. Sneijder dinilai sangat berperan penting di lini tengah pasukan Jose Mourinho kala itu.

Sneijder mengatakan, di Madrid, dia kerap merasakan ketidakjelasan. Bahkan ketika hendak dijual, nasibnya sempat terkatung-katung.

"Pertama, Real Madrid mengatakan mereka akan menjualku, tapi kemudian tidak jadi. Awalnya kupikir aku tetap di Madrid. Tapi, selang dua minggu kemudian, segala sesuatu berubah dan aku diputuskan untuk meninggalkan tim. Tapi, Aku sangat bahagia di tim seperti Inter," ungkapnya.

Kini, harapannya tentang klub masa depan makin jelas. Sneijder merasa senang dan nyaman bermain di Inter Milan. Baginya, memainkan peran yang baik dalam pertandingan lebih baik daripada sekadar status pemain di klub tertentu.

Dia mengaku telah menemukan tempat berlabuhnya dan secara tegas menyatakan akan tetap bertahan di Inter untuk mempersembahkan gelar juara lagi bagi klub yang didirikan pada 9 Maret 1908 ini. Tak ada keinginannya sedikit pun untuk meninggalkan San Siro.



Data singkat Wesley Sneijder

Nama: Wesley Sneijder
Tanggal Lahir: 9 Juni 1984
Tempat Lahir: Utrecht, Belanda
Tinggi Badan: 170 cm
Posisi: Gelandang (Midfielder)
Nomor Punggung: 10
Klub Sekarang: Inter Milan
Tim nasional: Belanda

Karir yunior
1991-02 Ajax Amsterdam

Karier senior
2002-07 Ajax Amsterdam
2007-09 Real Madrid
2009- sekarang Inter Milan

Petaka "Injury Time" Remukkan Inter

Menyakitkan. Sudah berjuang sampai 90 menit, Inter Milan akhirnya harus mengakui kemenangan Olympique Marseille 1-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stade Vélodrome, Rabu atau Kamis (23/2/2012) dini hari WIB. Gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh pemain pengganti Jordan Ayew pada masa injury time, atau menit ke-93.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Marseille lebih menguasai pertandingan sejak menit awal. Lima menit pertandingan babak pertama berjalan, Benoit Cheyrou mendapat peluang. Namun, bola tendangannya masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Julio Cesar.

Inter lebih banyak menyerang melalui serangan balik yang cepat. Diego Forlan sempat mendapat peluang emas pada menit ke-10. Menerima umpan silang dari Esteban Cambiasso, pemain asal Uruguay itu mampu melepaskan tendangan dari depan gawang Marseille. Sayang, bola tendangannya mampu diantisipasi dengan sangat baik oleh kiper Steve Mandanda.

Sepanjang pertengahan babak pertama, Marseille lebih mendominasi permainan. Pada menit ke-29, pasukan Didier Deschamps itu kembali mendapatkan peluang melalui Brandao. Sayang, bola tendangannya hanya melebar tipis di sisi kiri gawang Inter.

Hingga menjelang akhir babak pertama, kedua tim bergantian melakukan serangan. Akan tetapi, tak ada gol yang tercipta dari beberapa peluang yang ada. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Kedua tim masih menampilkan permainan menyerang pada babak kedua. Namun, rapinya barisan pertahanan kedua tim membuat permainan lebih banyak berkutat di lini tengah. Sejumlah serangan yang dibangun Cambiasso, Sneidjer, dan Forlan berkali-kali membuat peluang bagi Inter, tetapi tak jua menghasilkan gol. Begitu juga dengan serangan Marseille yang diarsiteki Morgan Amalfitano dan Mathieu Valbuena.
Pada menit ke-81, Inter mendapat peluang melalui Yuto Nagatomo. Menerima umpan dari Cambiasso, pemain asal Jepang tersebut mampu membuat barisan pertahanan Marseille kewalahan dengan sprint-nya. Akan tetapi, ia gagal mengontrol bola dengan baik sehingga bola lebih dulu keluar garis permainan.
Hingga menit-menit akhir pertandingan, kedua tim masih kesulitan menembus barisan pertahanan lawan. Tiba-tiba, petaka menimpa Inter pada masa injury time. Berawal dari tendangan pojok, pemain pengganti Jordan Ayew berhasil melakukan sundulan ke arah gawang Inter yang tidak dapat diantisipasi kiper Julio Cesar. Gol ini memastikan kemenangan Marseille 1-0, sekaligus membuat Inter terpukul dan harus berjuang keras pada leg kedua di Stadion Giuseppe Meazza nanti.

Susunan Pemain:
Marseille: Steve Mandanda, Nicolas N'Koulou, Souleymane Diawara, Jérémy Morel, César Azpilicueta, Alou Diarra, Benoit Cheyrou, Andre Ayew, Morgan Amalfitano, Brandao (Jordan Ayew 73), Mathieu Valbuena

Inter Milan: Júlio César, Walter Samuel, Lúcio, Cristian Chivu, Maicon (Yuto Nagatomo 45), Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Mauro Zárate (Joel Chukwuma Obi 64), Javier Zanetti, Diego Forlán, Wesley Sneijder

Wasit: Cüneyt Çakir

Inter "Minta Maaf" kepada Filippo

Selasa, 21 Februari 2012

Seorang suporter Inter Milan berusia 9 tahun, Filippo, mendapat kostum tim kesayangannya langsung dari kapten Javier Zanetti. Presiden Massimo Moratti menghubungi secara pribadi keluarga Filippo untuk mengatur acara kunjungan ke pusat latihan Pinetina dan bertemu tim.

Hal tersebut merupakan "permintaan maaf" Inter kepada Filippo untuk kekalahan 0-3 dari Bologna, di San Siro, Jumat (17/2/2012). Filippo menyaksikan langsung pertandingan itu dan tampak mengangkat spanduk bertuliskan "Tolong menangkan pertandingan ini. Jika tidak, mereka akan menertawakanku di sekolah. Terima kasih. Filippo".

Dengan kekalahan dari Bologna, Inter hanya mengumpulkan satu poin dalam lima pertandingan Serie-A terakhir. Hasil tersebut membuat Inter turun ke peringkat ketujuh dengan 36 poin, atau kalah 14 angka dari penguasa sementara AC Milan.

"Aku akan tetap mendukung Inter. Ketika kami meraih treble, akulah yang menertawakan teman-temanku. Sekarang, aku bisa berjalan dengan kepala tegak," ujar Filippo.

"Semoga, apa yang kukatakan melalui spanduk pada laga melawan Bologna tak akan kuulangi lagi," tambahnya.

Eto'o Hengkang, Inter Turun dari Kejayaan

Mantan gelandang Inter Milan, Thiago Motta, mengungkapkan bahwa hengkangnya Samuel Eto'o pada Agustus lalu menjadi penyebab turunnya kualitas Inter pada musim ini. "Nerazzurri" sebelumnya mendominasi Serie-A dalam beberapa waktu terakhir. Namun, setelah Eto'o ke Anzhi Makhachkala, Inter turun dari kejayaan.

"Saya pikir kepergian Eto'o telah sangat berpengaruh bagi tim. Dia adalah orang yang selalu bisa membuat perbedaan. Tentu saja Inter saat ini memiliki Diego Milito yang sangat berbahaya. Namun, Eto'o jelas berbeda," ungkapnya seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Bagi pemain berusia 29 tahun ini, keluarnya Eto'o memainkan peran yang sangat besar dalam keputusannya untuk ikut meninggalkan Inter.

"Rasanya era saya di Inter sudah berakhir. Saya membutuhkan tantangan baru. Saya telah menemukannya, hanya di sini, di Paris Saint-Germain (PSG)," tuturnya.
Pemain kelahiran Brasil yang kini membela tim nasional Italia ini resmi berseragam PSG sejak Januari lalu. Kontraknya baru akan berakhir pada musim panas 2015.

Zanetti: Inter Harus Fokus di Liga Champions

Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, meminta "Nerazzurri" untuk fokus pada pertandingan leg pertama Liga Champions melawan Olympique de Marseille, Rabu (22/2/2012). Mereka harus bisa melupakan performa buruk di Serie-A, di mana Inter menelan tiga kekalahan berturut-turut.

"Kami harus hidup dari hari ke hari karena saya yakin ini satu-satunya cara kami dapat mencapai apapun," kata Zanetti dikutip situs resmi klub.

"Kami telah membicarakannya di antara diri kami dengan pelatih. Kami semua ingin mengubah situasi ini, dan menyingkirkan aspek-aspek negatif."

"Sedangkan untuk Liga Champions, kami memiliki pertandingan penting di depan, kemudian kami akan kembali berjuang di liga, di mana ada sejumlah tim yang berebut di tempat ke tiga, dan kami berharap menjadi salah satu dari mereka."

"Kami menyadari bahwa kami akan menghadapi komentar buruk, tapi kami ingin berdiri bersama dan mengatasinya sehingga kami dapat berkonsentrasi pada pertandingan Liga Champions."

Guardiola dan Baggio Calon Duet Pelatih Inter Milan





Rumor mengenai calon pelatih baru Inter Milan pada musim depan terus bergulir. Salah satu legenda sepak bola Italia, Gianluca Vialli mengatakan, pelatih Barcelona Josep Guardiola merupakan kandidat serius untuk mengambil alih posisi pelatih di Giuseppe Meazza pada musim depan.
Kontrak pelatih berusia 41 tahun itu dengan El Barca memang akan habis pada akhir musim, dan dia belum melakukan masa depannya di Camp Nou.
Langkah Guardiola ke Inter Milan telah mencuat sejak musim panas lalu. Dan kini kembali diapungkan menyusul performa labil yang ditunjukkan Claudio Ranieri. Vialli sendiri mendukung peluang bergabungnya Guardiola ke Inter.
"Musim depan, Guardiola dapat berada di bangku pelatih Inter, dengan Roberto Baggio sebagai asistennya," kata Vialli kepada Sky Sports.
Pelatih asal Spanyol, yang telah membawa El Barca meraih 13 gelar sejak mengambil alih kepemimpinan sejak 2008 lalu itu tampak mengenakan syal biru-hitam dalam pertandingan Liga Champions melawan Leverkusen pada Selasa, (14/2/2012). Tetapi dia membantah bahwa hal itu menjadi isyarat keinginannya pindah ke Inter.

Massimo Moratti Masih Dukung Claudio Ranieri

Kamis, 16 Februari 2012

Posisi Claudio Ranieri disebut masih aman. Tetapi dia juga dituntut untuk bisa segera mengatasi krisis kemenangan Inter dalam beberapa laga ke belakang.

 

Setelah sebelumnya perkasa dengan mampu menang di delapan pertandingan beruntun, episode buruk pun kini tak bisa dihindari oleh Inter. Tak kurang dari lima pertandingan terakhir, Inter tak kuasa mengamankan angka penuh sekalipun. Teranyar, Nerazzurri dilibas Novara di kandang sendiri 1-0.

Hal ini lantas memantik rumor kalau presiden Inter Massimo Moratti mulai hilang kesabaran. Kursi panas pelatih Caludio Ranieri pun mulai kembali digoyang. Walau demikian, nyatanya sang presiden angkat suara untuk melantangkan kepercayaannya pada sang juru taktik.